Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Renungan

Kisah Pengurapan Yesus

Markus 14:1-11 Dua hari lagi, hari raya Paskah dan Roti Tak Beragi akan dimulai. Menurut penghitungan waktu orang Yahudi pada saat itu "dua hari lagi" berarti "besok" karena hari ini dianggap hari pertama dan besok adalah hari yang kedua (ingat nubuat Tuhan Yesus, "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari " Mrk. 8:31). Pada hari itu, Yesus sedang makan di rumah Simon, yang dahulu pernah mengidap penyakit kusta (terj. BIS: "penyakit kulit yang berbahaya"). Sangat mungkin Simon ini adalah seseorang yang pernah disembuhkan oleh Tuhan Yesus. Namun, informasi lebih jauh tentang jatidiri Simon dan tujuan jamuan itu tidak terlalu jelas. Di tengah-tengah perjamuan itu, tiba-tiba seorang wanita datang dan memecahkan satu botol berisi minyak narwastu yang mahal. Harganya lebih dari 300 dinar (ay. 5) atau upah pekerja selama satu tahun. Lalu...

Insiden di Bait Allah

Markus 11:12-19 Kisah Tuhan Yesus mengutuk pohon ara (Mrk. 11:12-14) sangat mungkin membingungkan para pembaca. Dalam cerita itu, Yesus terlihat sebagai Pribadi yang sangat impulsif. Ia lapar, lalu dari kejauhan tampaklah sebatang pohon Ara. Melihat pohon itu tidak berbuah—hanya penuh dedaunan—Yesus marah, lalu mengutuk pohon itu hingga kering kerontang, bahkan sampai ke akar-akarnya (lih. Mrk. 11:20). Bukankah Yesus tampak sangat emosional? Salahkah pohon ara itu tidak berbuah pada saat bukan musim buah ara? Dua kisah pohon ara dalam ayat 12-14 dan 20-25 tidak dapat dipisahkan dari insiden bait Allah. Kisah pengutukan pohon ara itu membingkai aksi Yesus di bait Allah. Apa maksud Yesus mengutuk pohon ara itu? Di dalam kitab para nabi Perjanjian Lama, pohon ara melambangkan bangsa Israel (mis. Yer. 8:13; 29:17; Hos. 9:10, 16; Mi. 7:1–6). Keadaan Israel yang tidak menjalankan perannya sebagai terang bagi bangsa-bangsa digambarkan sebagai pohon ara yang tak menyediakan buahnya, "Ce...

War against Pornography

Dewasa ini kita semua terpapar dengan pornografi. Kalau dahulu gambar-gambar dan film-film porno merupakan sesuatu yang tabu. Memalukan. Sekarang, sebaliknya. Orang dengan terang-terangan meng- exspose pornografi. Di TV, film-film, internet, dan Hape . Bahkan oleh banyak orang dianggap "memalukan" bila ada orang (terutama pria), yang telah akil balik tapi tidak pernah atau tidak suka melihat gambar-gambar semacam itu. Baru-baru ini seorang teman memberikan info mengenai sebuah video clip tentang pergumulan pornografi di kalangan anak Tuhan (thx for Wahyu !). Bagi saya video tersebut sangat kreatif dan terutama sangat touching . Bagi yang mau menontonnya silakan klik di sini . NB: Saya masih belum bisa memasukkan video dari youtube ke halaman blog. Kalau ada rekan yang tahu saya sangat senang kalau diberi pencerahan supaya dapat melakukannya.

Hidup karena Iman Bukan karena Melihat: Sebuah Refleksi dari Kisah Hidup Ayub

Penderitaan—dalam segala bentuknya—merupakan bagian hidup anak manusia, tak terkecuali orang-orang percaya. Meskipun Herlijana, seorang anak Tuhan, bahkan pelayan Tuhan, namun hidupnya tak luput dari penderitaan. Betapa tidak, selama bertahun-tahun ibu dari satu anak ini didera oleh berbagai macam penyakit. Bertubi-tubi. Kisah sedih itu dimulai tahun 2007, saat dokter memvonisnya menderita kanker payudara dan ia harus menjalani operasi. Setelah operasi, dokter mendiagnosis kankernya telah menjalar sampai ke getah bening. Alhasil, Herlijana pun harus menjalani serangkaian pengobatan—seperti radiasi dan kemoterapi—yang amat menyiksa. Penderitaannya tak cukup sampai di situ. Di bekas operasinya, timbul abses, sehingga ia harus dioperasi lagi. Selain itu, berbagai penyakit lain pun hinggap di tubuhnya yang semakin ringkih: vertigo, insomnia, kram pada kedua kaki, paru-paru sebelah kanan terendam air, sampai mata kiri yang buta. Ketika menapaki jalan hidup terjal nan penuh derita itu, Herl...