Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Dari Lemari

ANAK-ANAK YANG MEMBANGGAKAN

Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang Mazmur 127:5 Pada tahun 1900, A. E. Winship meneliti garis keturunan dari dua orang yang hidup pada zaman yang sama. Orang pertama adalah seorang laki-laki ateis yang hidup berantakan dan menikahi seorang wanita yang tidak saleh. Pria itu diberi nama samaran Max Jukes (lahir 1700). Dari keturunan Jukes didapati: 400 orang berkepribadian merusak diri sendiri, 310 orang mati dalam kemiskinan, 130 orang pernah dipenjara dengan rata-rata hukuman 13 tahun penjara, 190 orang adalah pelacur, 7 orang adalah pembunuh, 540 orang telah merugikan negara sebesar US $ 1.250.000, dan dari semua keturunannya hanya ada 20 orang yang memiliki pekerjaan tetap. Yang kedua, Winship menyelidiki keturunan Jonathan Edwards (lahir 1703), seorang pengkotbah yang terkenal yang menikahi seorang wanita yang saleh. Dari 1394 orang keturunannya yang d...

Sampai Maut Memisahkan Kita

Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya (Ef. 5:33) Robertson McQuilkin berada di persimpangan jalan. Ia harus memilih antara merawat sendiri Muriel, istrinya yang terkena penyakit Alzheimer atau mempertahankan jabatannya sebagai rektor Sekolah Alkitab dan Seminari Columbia. Akhirnya, ia memilih untuk melepaskan pekerjaannya demi menemani istrinya. Demikian petikan surat pengunduran diri yang dibuatnya, “Keputusan telah saya buat, empat puluh dua tahun yang lalu saya telah berjanji untuk mengasihi Muriel, ‘di dalam sakit maupun sehat sampai maut memisahkan kita’. . . . Muriel telah memperhatikan saya dengan sungguh-sungguh dan penuh pengorbanan selama tahun-tahun itu. Seandainya saya merawatnya sampai empat puluh tahun lagi, saya tetap berhutang kepadanya. . . . ini lebih sekadar tugas, sebab saya mengasihi Muriel. . . . Saya tidak harus merawatnya, tetapi saya ingin melakukannya! Saya...

Ada Apa dengan Salib?

Simbol merupakan identitas. Mau bukti? Seandainya Anda melihat gambar apel kroak di sisi kanannya, kemungkinan besar Anda akan langsung ingat pada sebuah perusahaan Amrik penjual komputer dan berbagai piranti lunak. Perusahaan itu ialah Apple. Atau misalnya, sebuah mobil melintas di depan Anda; di kap mesin mobil itu bertengger seekor macan kecil—tentunya bukan macan beneran—yang tengah menerkam mangsanya, niscaya Anda akan berdecak-decak. Mobil yang punya lambang seperti itu adalah mobil merek Jaguar yang keren juga mahal. Rupanya, lambang tak hanya milik produk(-produk) niaga. Agama juga punya lambang! Sebuah teratai yang mengembang adalah simbol milik agama Buddha. Sedang agama Islam diwakili oleh lambang bulan sabit dan bintang. Lalu, lambang agama Kristen? Anda tentu mafhum jawabannya, “salib!” Konon, salib jadi simbol kekristenan setelah menyusuri jalan panjang. Pada awalnya orang Kristen tidak memakai salib sebagai simbol, melainkan burung merak (sebagai lambang kekekalan), merp...

Saliva

Setiap anggota tubuh kita memiliki fungsi. Tak terkecuali ludah. Ludah atau air liur, yang punya nama “keren” saliva, memiliki banyak fungsi. Secara umum, ludah berfungsi: Mencerna makanan secara kimia dengan enzim-enzim yang terkandung di dalamnya; Membantu menelan makanan; Melindungi mulut dari bakteri dan virus. Betapa bergunanya ludah bagi kita meskipun kita tidak menyadarinya. Namun, ludah hanya berguna bagi diri kita sendiri, bukan bagi orang lain. Ludah kita menjijikkan bagi orang lain, demikian pula sebaliknya, ludah orang lain menjijikkan bagi kita. Pengalaman yang tak mengenakkan dan tak terlupakan adalah saat sebuah mobil menyalib saya yang mengendarai motor, tiba-tiba si pengendara mobil meludah, dan mengenai muka saya. Meskipun hanya kena sedikit, cukup membuat hati saya kesal. Saya yakin sekali, si pengendara mobil tersebut tidak sengaja meludahi muka saya. Anginlah yang telah membawa ludah itu ke muka saya. Apa yang saya alami sangat berbeda dengan yang dialami Tuhan kit...

"Perpisahan" yang Mengubah

Keterangan: Tulisan berikut ini masuk dalam kategori "Dari lemari." Semua tulisan yang masuk kategori ini merupakan tulisan-tulisan yang pernah saya buat dan mungkin pernah dipublikasikan. Selamat membaca! “Perpisahan” yang Mengubah Sepenggal lirik sebuah lagu pop berbunyi, “bukan perpisahan yang kusesali tapi pertemuan yang kusesali.” Dengan kata lain, pencipta lagu tersebut ingin mengatakan kepada pendengarnya bahwa kalau nantinya ujung-ujungnya berpisah, lebih baik tidak pernah bertemu sekalian, supaya tidak mengalami sedihnya sebuah perpisahan. Memang harus kita akui bahwa perpisahan itu meninggalkan bekas kepedihan yang mendalam, apalagi berpisah dengan orang yang kita kasihi. Dan perpisahan yang paling memedihkan adalah perpisahan permanen, artinya tidak lagi berjumpa dengan orang yang kita kasihi untuk seterusnya. Menurut sebuah survey, ditemukan fakta bahwa stress yang paling mengguncangkan jiwa seseorang adalah kematian orang yang dikasihi (seperti pasangan hidup ata...