Skip to main content

Posts

PEMURIDAN: AMANAT AGUNG TUHAN YESUS (2)

AMANAT AGUNG: PENGINJILAN? Matius 28:19-20, yang seringkali disebut sebagai Amanat Agung Tuhan Yesus, dimengerti oleh banyak orang Kristen sebagai perintah untuk menginjili semua orang. Menurut hemat saya, Amanat Agung Tuhan Yesus lebih luas dari sekadar perintah untuk mengabarkan injil. Ini adalah perintah untuk memuridkan. Dalam Matius 28:19-20, Tuhan Yesus memberi perintah kepada para murid-Nya untuk “(men-)jadikan semua bangsa murid-Ku.” Jadi, perintah agung ini bukan (hanya) perintah untuk menginjil, tetapi perintah untuk memuridkan semua orang. Bahkan, menariknya, kata “penginjilan” atau “mengabarkan injil” tidak kita temukan dalam ayat-ayat tersebut. Kebanyakan orang menafsirkan perintah Tuhan Yesus “pergilah” sebagai perintah kepada para murid—juga bagi kita—untuk mengabarkan injil. Pertanyaannya, apakah kata “pergilah” dalam tersebut berarti sebuah perintah untuk menginjil? Menurut saya, kata tersebut tidak berhubungan langsung dengan perintah untuk memberitakan injil. ...

PEMURIDAN: AMANAT AGUNG TUHAN YESUS (1)

PENGIKUT ATAU MURID YESUS? Ronald J. Sider, dalam bukunya The Scandal of the Evangelical Conscience , [1] menjelaskan mengenai kehidupan orang-orang Kristen injili di Amerika Serikat. Yang dimaksud orang Kristen injili di sini ialah orang Kristen yang mengaku telah lahir baru, percaya kepada Tuhan Yesus, yakin bahwa keselamatan adalah karena anugerah bukan karena perbuatan baik, dan terpanggil untuk memberitakan injil pada orang yang belum percaya. Yang sangat mengagetkan adalah—itulah mengapa hal ini disebut Sider sebagai “skandal”—kehidupan orang-orang Kristen injili di sana tak lebih baik daripada orang-orang Amerika lainnya. Misalnya, berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh The Barna Group, angka perceraian di kalangan orang-orang Kristen injili ini sama dengan orang Amerika pada umumnya, yaitu: 25%. Tidak hanya itu, berdasarkan survei didapati bahwa orang-orang Kristen injili yang melakukan hubungan seks pranikah atau “kumpul kebo ” tidak jauh berbeda penduduk...

Kisah Pengurapan Yesus

Markus 14:1-11 Dua hari lagi, hari raya Paskah dan Roti Tak Beragi akan dimulai. Menurut penghitungan waktu orang Yahudi pada saat itu "dua hari lagi" berarti "besok" karena hari ini dianggap hari pertama dan besok adalah hari yang kedua (ingat nubuat Tuhan Yesus, "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari " Mrk. 8:31). Pada hari itu, Yesus sedang makan di rumah Simon, yang dahulu pernah mengidap penyakit kusta (terj. BIS: "penyakit kulit yang berbahaya"). Sangat mungkin Simon ini adalah seseorang yang pernah disembuhkan oleh Tuhan Yesus. Namun, informasi lebih jauh tentang jatidiri Simon dan tujuan jamuan itu tidak terlalu jelas. Di tengah-tengah perjamuan itu, tiba-tiba seorang wanita datang dan memecahkan satu botol berisi minyak narwastu yang mahal. Harganya lebih dari 300 dinar (ay. 5) atau upah pekerja selama satu tahun. Lalu...

Insiden di Bait Allah

Markus 11:12-19 Kisah Tuhan Yesus mengutuk pohon ara (Mrk. 11:12-14) sangat mungkin membingungkan para pembaca. Dalam cerita itu, Yesus terlihat sebagai Pribadi yang sangat impulsif. Ia lapar, lalu dari kejauhan tampaklah sebatang pohon Ara. Melihat pohon itu tidak berbuah—hanya penuh dedaunan—Yesus marah, lalu mengutuk pohon itu hingga kering kerontang, bahkan sampai ke akar-akarnya (lih. Mrk. 11:20). Bukankah Yesus tampak sangat emosional? Salahkah pohon ara itu tidak berbuah pada saat bukan musim buah ara? Dua kisah pohon ara dalam ayat 12-14 dan 20-25 tidak dapat dipisahkan dari insiden bait Allah. Kisah pengutukan pohon ara itu membingkai aksi Yesus di bait Allah. Apa maksud Yesus mengutuk pohon ara itu? Di dalam kitab para nabi Perjanjian Lama, pohon ara melambangkan bangsa Israel (mis. Yer. 8:13; 29:17; Hos. 9:10, 16; Mi. 7:1–6). Keadaan Israel yang tidak menjalankan perannya sebagai terang bagi bangsa-bangsa digambarkan sebagai pohon ara yang tak menyediakan buahnya, "Ce...

War against Pornography

Dewasa ini kita semua terpapar dengan pornografi. Kalau dahulu gambar-gambar dan film-film porno merupakan sesuatu yang tabu. Memalukan. Sekarang, sebaliknya. Orang dengan terang-terangan meng- exspose pornografi. Di TV, film-film, internet, dan Hape . Bahkan oleh banyak orang dianggap "memalukan" bila ada orang (terutama pria), yang telah akil balik tapi tidak pernah atau tidak suka melihat gambar-gambar semacam itu. Baru-baru ini seorang teman memberikan info mengenai sebuah video clip tentang pergumulan pornografi di kalangan anak Tuhan (thx for Wahyu !). Bagi saya video tersebut sangat kreatif dan terutama sangat touching . Bagi yang mau menontonnya silakan klik di sini . NB: Saya masih belum bisa memasukkan video dari youtube ke halaman blog. Kalau ada rekan yang tahu saya sangat senang kalau diberi pencerahan supaya dapat melakukannya.

Doa

Oh Tuhan, doaku begitu kerdil sehingga aku harus malu dengannya. Sebenarnya, tak dapat disebut doa lagi. Kacau balau yang mengesalkan. Satu-satunya penghiburanku ialah, bahwa Engkau o Allah, mengetahui segala-galanya; juga ketidakmampuanku sungguh-sungguh. Engkau, Bapa, tidak memerlukan kata-kata dari anak-Mu; Engkau cukup melihat anak-Mu untuk mengerti semua kerinduannya. Biasanya malah aku sendiri tidak mampu berseru kepada-Mu dan hanya keadaan celakakulah yang melakukannya. Ia dapat berseru lebih baik daripadaku. Dan jika kami tidak dapat berbuat apa-apa lagi, bukankah Roh-Mu, o Tuhan yang mengambil alih tugas itu dari kami dan berdoa di dalam kami dengan keluh kesah yang tidak terucapkan? Ajarlah kami berteduh di dalamnya. Amin. A. J. Th. Jonker J. J. Tomasoa, ed., Insan Mengungkap Hati kepada Khaliknya: Doa Orang Saleh Setiap Hari (Malang: IPT Bale Wiyata, 1991) 303

Perpisahan

Tanpa terasa, dua bulan saya dan Acen ada di tengah-tengah jemaat GII Vancouver. Akhirnya, tanggal 25 Agustus 2008 kami harus kembali ke Malang. Kebersamaan dengan segenap jemaat GII Vancouver merupakan masa-masa indah bagi kami. Di mana kami tertawa bersama dan saling berbagi satu dengan yang lain. Kami sungguh bersyukur pada Tuhan untuk semua kesempatan itu. Kini, kami sudah kembali ke SAAT, Malang untuk melanjutkan tugas yang dipercayakan Tuhan pada kami. Semoga Tuhan memberkati GII Vancouver dan seluruh jemaatnya. Foto-foto minggu terakhir kebersamaan kami dengan GII Vancouver diliput oleh Christian Losari dalam blognya. Silakan klik di sini!